FILSAFAT DAYA MATEMATIKA
Daya matematika menjelaskan bahwa daya matematika itu bagian dari belajar matematika, belajar matematika bagian dari pendidikan matematika, dan pendidikan matematika itu bagian dari pendidikan, pendidikan bagian dari hidup, maka hidup itu harus terstruktur, dan hidup itu harus punya spiritualitas. Secara spiritualitas, Kita bisa berpikir atau tanya tentang pentingnya daya matematika.
Hakikat matematika ada dua yaitu fatal dan vital.
1. Fatal adalah
rumus-rumus dan temuan-temuan yang sudah tidak dipikirkan (diragukan) lagi
kebenarannya (tidak digugat lagi kebenarannya). Misalnya dari teori Pythagoras
yang sudah dianggap sebagai kebenaran.
2. Vital adalah suatu
konsep yang masih bisa dikritisi. Ini berarti ada teori yang masih bisa dikritisi.
Misalnya adalah teori Piaget. Pada kenyataannya, teori Piaget sering dikritisi
oleh orang-orang Eropa. Menurut orang-orang di Eropa, teori Piaget ini menjadi
vital, beda lagi dengan orang Indonesia yang menganggap teori tersebut adalah
fatal (sudah pasti kebenarannya).
Daya matematika juga terkait
hubungan mitos dan logos.
1. Mitos adalah dimana
kita mengerjakan sesuatu, tetapi tidak tau apa yang dikerjakan. Begitu pula
dengan jika kita hanya memikirkan sesuatu, tetapi tidak mengerjakan apa yang
dipikirkan, itu juga disebut hanya mitos.
2.
Logos yaitu lawan
dari mitos adalah suatu kepastian yang ada dalam matematika.
Walaupun mitos itu hanya dalam
pikiran, bukan berarti mitos tidak penting. Karena semua anak kecil itu
belajarnya pakai mitos, contohnya yaitu pembiasaan diwaktu kecil. Saat diminta
orang tua melakukan sesuatu, anak tidak mengerti maksudnya tapi dijalankan saja
apa yang diperintahkan. Itu merupakan kegiatan yang mengacu pada mitos.
Daya matematika juga tidak
lepas dari peran filsafat ilmu. Filsafat ilmu yang dibahas yaitu ada ontologi,
epistemologi, dan aksiologi dalam matematika
1.
Dalam ontologi,
daya matematika ada dua struktur yaitu struktur yang tetap dan struktur yang
bergerak. Struktur yang tetap (tidak bergerak) adalah struktur yang tidak
dipengaruhi oleh manusia ketika belajar matematika. Belajar matematika berarti berkemampuan
untuk mengungkap matematika dan menemukan matematika yang sudah ada. Struktur
ini terdiri dari dua yaitu dilihat dari bentuknya dan substansinya. Struktur
bergerak adalah struktur tetap yang dijalankan di dalam ruang dan waktu, yaitu
kemarin, sekarang dan besok. Artinya adalah matematika sebagai produk pikiran
manusia yang mengalir seiring berjalannya waktu. Daya matematika mengalami
perubahan sesuai dengan ruang dan waktunya. Daya matematika SD berbeda dengan
daya matematika SMP, berbeda dengan daya matematika SMA, dan berbeda dengan
daya matematika perguruan tinggi. Bisa dikatakan bahwa di dalam fenomena tetap
dan berubahnya ontologis tadi ada fenomena yang bersifat metafisik. Metafisik
daya matematika adalah di sebalik yang ada atau mungkin ada.
2.
Dalam epistemologi,
Matematika bukan semata-mata ada karena adanya filsafat matematika, tetapi
matematika sendiri dipandang sebagai alat untuk mencari kebenaran maka secara
filosofis matematika dapat dipandang sebagai epistemologi. Matematika itu
metodologi mencari kebenaran matematika.
3.
Dalam aksiologis,
tidak mungkin jika matematika tidak bermanfaat bagi yang lainnya (bidang
lainnya). Hal ini menandakan bahwa pasti ada minimal satu manfaat matematika
terhadap yang lainnya, karena pada prinsipnya ilmu itu tidak mungkin terisolasi
terhadap ilmu lain dan semua ilmu pasti berhubungan.
Selain itu ada juga daya
matematika versi absolutis yang berpandangan untuk dapat menemukan matematika
sebanyak-banyaknya. Selain itu ada juga versi rasionalis (empiris) yang berasal
dari pengalaman dan kritik terhadap matematika. Secara murni (konteks) daya
matematika terdiri dari kemampuan analitik, aposteriori, sintetik dan sintetik
aposteriori. Sudah ditemukan sebanyak-banyaknya matematika yang sudah
diciptakan. Salah satu buku yang terbit tahun 1995 mengatakan bahwa kemampuan
matematika sekolah itu ada empat, yaitu:
1.
menemukan pola
hubungan
2.
pemecahan masalah
3.
kegiatan meneliti,
dan
4.
kegiatan
komunikasi.
Kemampuan tersebut membahas
tentang apa hubungan pola satu dan lain. Ini adalah salah satu contoh sintetik,
yaitu mencari hubungan antara pola matematika satu dengan pola matematika yang
lainnya (sebab-akibat). Aposteriori adalah pemahaman matematika yang didapat
setelah melihat/merasakan langsung kejadiannya. Apriori diilustrasikan seperti
orang mau tidur yaitu pikiran akan terus jalan walaupun mau tidur (waktu
tidur). saat memejamkan mata, tiba-tiba pikiran kita menghitung rumus
matematika, lalu ketemu hasilnya dan akhirnya langsung bangun lagi.
Komentar
Posting Komentar