Antara Daya, Sastra, dan Matematika
Daya matematika,
Daya matematika membahas segala sesuatu yang ada,
Mulai dari angka sampai sesuatu yang tak hingga,
Mulai dari sejarah matematika sampai penerapannya,
Mulai dari budaya sampai matematika milenia,
Dan semuanya dikaji secara ontologia dan epistemologia,
Hari ini pertemuan kedua,
Pertemuan yang membahas perjalanan sejarah matematika,
Mulai dari mitos-mitos matematika yang dipercaya,
Sampai apa guna matematika ada,
Tak lupa juga Membahas tokoh-tokoh dibalik matematika,
Seperti Plato, Aristotels, dan beberapa diantaranya,
Hari ini pertemuan kedua,
Membahas juga mitos-mitos yang ada di jawa,
Mitos-mitos di jawa ada kaitan erat dengan matematika,
Misal pasaran legi yang nilainya lima,
Dan pasaran lainnya yang juga memiliki nilai tertentu
dalam angka,
Menurut orang jawa,
Weton sering dijadikan patokan mengetahui watak manusia,
Juga sering dijadikan patokan menikah atupun buka usaha,
Bahkan apabila hitungan wetonnya tidak sama,
Maka akan dianggap bencana,
Konsep matematika sebenarnya sudah lama berdiri,
Meskipun hanya berupa teori-teori,
Sampai akhirnya Plato meneliti,
kemudian memisahkan mana angka mana geometri,
mana yang abstrak dan mana yang konkrit dan pasti,
Plato pun membagi konsep matematka menjadi wadah dan isi,
Dalam hal ini,
Adalah tentang filsafat norma dan filsafat substansi,
Di era sekarang,
Matematika terus berkembang,
Dan matematika diharapkan menjadi penerang,
Penerang penentu masa depan seseorang,
Bagaimana tidak,
Didunia dan segala isinya,
Semua berkaitan dengan matematika,
Bahkan berbicara tentang Budaya,
Matematika pun juga mempelajarinya,
Ialah etnomatematika,
Cabang yang mulai digeluti matematika,
Kesimpulanya,
Daya matematika membahas segala yang ada,
Tentang pengelolaan angka,
Tentang Budaya,
Tentang Paradigma,
Dan Tentang Pembelajaran matematika.
dibuat sebagai refleksi perkuliahan Daya Matematika (power mathematics) bersama Prof. Dr. Marsigit, Ma.
Komentar
Posting Komentar