Prisip ber-Daya Matematika
Berbicara tentang daya, daya memiliki cakupan yang sangat luas. Misalkan saja daya hidup, daya bahasa, daya pikiran, daya filsafat, daya teori, daya matematika, dan banyak lainnya.
Dalam daya matematika itu sendiri jika di breakdown juga memiliki banyak
cabang. Ada daya logika, daya kalkulus, daya bilangan, daya aljabar, daya
topoksi, daya pecahan, daya fungsi, daya pola bilangan, daya persamaan, dan
lain-lain.
Daya matematika terdapat dua metode yaitu intensif dan ekstensif. Dalam
suatu pembelajaran, daya juga bisa dikatakan sebagai apersepsi atau prekondisi.
Dalam hal ini daya juga memiliki landasan, baik landasan secara filsafat maupun
landasan psikologis.
Struktur daya matematika dalam matematika sekolah dan perguruan tinggi pun
juga dibedakan. Jika di perguruan tinggi tentang deduksi, maka daya matematika
pada matematika sekolah dasar lebih ditekankan terhadap hipunan.
Daya matematika juga menyesuaikan. Misal dalam ranah pembahasan
etnomatematika. Pada matematika sekolah, etnomatematika mempelajari tentang
bangun ruang yang ada. Misal bangunan (candi, stupa, dll) tersebut menyerupai
bangun tiga dimensi tertentu dan diukur berapa panjang, lebar dan tingginya.
Sedang pada perguruan tinggi, etnomatematika tidak hanya mengukur bangunan yang
ada, tetapi juga mengkaji secara abstrak yang bisa ditemukan.
Etnomatematika memberi kesempatan siswa untuk ber-Daya secara kontekstual
dan saintifik. Dengan adanya etnomatematika siswa diharapkan mampu merdeka dan
bereksplorasi mengenai pengetahuannya.
Kesimpulan, daya matematika tidak bisa dipukul rata. Sikap daya matematika juga dibedakan berdasarkan usia seseorang.
Komentar
Posting Komentar